Pendakian singkat ke Gunung Papandayan, Garut


IMG_0223

Escape from ordinary life. Bosen pantai, saatnya naik gunung.

Berawal dari ajakan teman untuk ke Papandayan akhir Maret, tapi berhubung akhir maret tersebut saya mempunyai agenda lain, maka ajakan lain ke Papandayan weekend kemarin saya approve. Mari ke Gunung Papandayan dengan keinginan dadakan, persiapan setengah matang tapi saya yakin semuanya akan berjalan lancar.

Prepare

Make some call to Abang, izin bla bla bla, pinjem tenda dan pemanas tubuh (yang akhirnya ga di pake). Awalnya selalu ditentang dengan sangat. Tapi lancar. And finally, saya resmi siap berangkat besoknya ke Gunung di Garut itu, Papandayan.

Oia, tak lupa juga sebelum fix ikut berangkat make some drama with myself, ikut atau tidak. Hahaha :)

16 Maret 2013

05.30 Bangun kesiangan dengan keadaan belum packing sama sekali. Lalu masih setengah sadar hari ini jam 06.00 dijemput.

06.00 sudah dijemput bahkan dengan keadaan belum mandi, and then mandi tidak sempurna dengan packing dadakan 10 menit. Tradaaaaaa ternyata ngumpulnya jam 08.00 di terminal cicaheum. OMG! Kenapa coba harus jam enam dijemput dan jadi kurang tidur dengan kepala berat tak beraturan. Akhirnya, duduk cantik, namun diselamatkan dengan keberadaan frappucinno sbux, killing time liatin bapak-bapak yang sepeda-sepeda-an di Dago.

08.00 kumpul dengan rombongan di Terminal Cicaheum. Check-chek peralatan, re-packing, nyari elf yang langsung ke Cisurupan. Beresin semua buku yang hendak disumbangkan ke TPA di Cisurupan. Kenalan-kenalan dengan orang-orang baru yang rata-rata Psikolog. Asiiikkk seru banget :)

09.00 Perjalanan dimulai dengan naik elf ke Garut. Seperti biasa, pengalaman seru naik elf adalah berdesakan. Bukan elf kalau ga mepet-mepet duduknya kaya ikan asin.
Taraaaaaaaaaaaaa di daerah apa entah namanya apa, si elf mogok. Howreeeeeeeeeeeeey, pindah ke bus kecil dan dempet-dempetan pula.

12.30 sampai di terminal Guntur lalu pindah naik angkot putih biru menuju ke Cisurupan.

IMG_0012

Sampai di Cisurupan

IMG_0014

Anak PAUD yang kami sumbang buku

15.00 sampai di Cisurupan berganti naik bak terbuka menuju ke Pos pendaftran. Dalam perjalanan, kami mampir dulu ke sebuah TPA untuk menyumbang buku untuk anak-anak disana.

Sampai di Pos pendaftaran, semua tim berkumpul untuk melakukan briefing ringan, minum kopi, dan keluarin ponco karena hujan. Yaaay ! pendakian pertama sudah disambut hujan cantik yang dingin khas pegunungan. First step dimulai dari sini.

Perjalanan dimulai dengan track datar berbatu kecil.

Lalu memasuki daerah kawah dengan batu-batuan yang agak besar.

Selepas dari daerah kawah kita memasuki jalanan dengan tanah licin bekas hujan, dan melewati sungai kecil yang saat itu alirannya deras.  Bahkan ada salah satu cewe yang hampir jatuh, ada yang kakinya tiba-tiba kram pas nyebrang di batu.

IMG_0046

Menyebrangi sungai

IMG_0067

IMG_0080

17.30 sampai di Pondok Selada. Pertama kalinya saya melihat bunga edelwis secara langsung dipohonnya ditemani embun yang cantik kedinginan di sore yang sangat basah.

IMG_0146

My first edelwis. Pengen diculik x(

Tak banyak yang saya lakukan di malam hari, Cuma makan coklat, nyanyi-nyanyi, dengerin orang becanda, kedinginan, dan tidur lebih dulu bahkan disaat orang-orang masih sibuk ngobrol, mengingat besok pagi saya harus turun duluan karena ada janji dengan orang tua dirumah.

 17 Maret 2013

05.00 Bangun pagi paling keren, karena saya berada di gunung Papandayan. Sebagai newbi dalam kegiatan kegunungan saya merasa bangga sekaligus keren *ditoyor semua reader*. Oke niat untuk sunrise-ing gagal karena males. Akhirnya menuju ke tempat luas untuk melihat langit yang penuh bintang. It was great ! :)

Tak banyak yang dilakukan karena saat itu kami berlima murtad dari kelompok pendakian untuk turun lebih dulu karena berbagai alasan. Packing kembali dan turun dari gunung.

Turun dari Selada sampai ke pos awal hanya membutuhkan waktu sejam lebih. Duduk-duduk di warung si Ibu untuk minum kopi dan ganti baju serta nyari bak terbuka untuk pulang ke Cisurupan Beruntunglah bertemu rombongan lain, 14 orang di bak terbuka mepet-mepet duduk udah kaya sayuran yang siap dijual ke pasar. Tapi memang, bertemu orang baru lalu bermunculanlah joke-joke konyol anatara penumpang lainnya tanpa menghiraukan kaki yang udah kejepit sana-sini.

Ada banyak kejadian membetekan sekaligus bikin mood jungkir balik dalam perjalanan pulang, mari saya list :

  • Mual dan akhirnya berakhir di kamar mandi Alfamart Cisurupan akibat masuk angin dan pusing saat di bak terbuka
  • Naik elf desek-desekan lalu dikhianati si tukang elf diturunin di Cileunyi padahal udah janji mau sampe terminal Cicaheum
  • Naik angkot saat hujan gede eh diturunin pula di daerah Cibiru, dikhianati kembali. Lalu over angkot
  • Naik angkot menuju ITB, malah diturunin lagi, dikhianati malah diturunin di Gasibu
  • Jalan dari Gasibu menuju Salman ITB buat ngambil motor
  • Sampai dikosan, harus berjuang tanpa istirahat pulang ke Majalengka dengan mobil yang dempet-dempetan pula

Mau ke Papandayan? Ini rutenya dari Bandung :

  • Terminal Caheum/Leuwi Panjang – GarutPake elf atau minibus, ongkos sekitar Rp. 15.000. Kalau bisa ada elf yang langsung ke Cisurupan, tapi jarang banget soalnya rebutan trayek sama mamang angkot biru.
  • Garut – Cisurupan
    Angkot warna putih biru. Ongkosnya Rp. 10.000. Biasanya langsung ditawari apalagi kalau kita sudah setelan nanjak dengan carier segede gaban.
  • Cisurupan – Pos pendaftaran Papandayan
    Naik bak terbuka. Satu mobil biasanya Rp.100.000 atau perorang bayar Rp. 10.000. Enaknya kalau rombongan besar jadi bisa langsung cus tanpa nunggu penuh dulu

Oke, begitulah perjalanan singkat saya mendaki Gunung Papandayan. Permulaan yang kacau tapi seru.
IMG_0136 IMG_0135

Katanya, makanan di gunung tuh apapun pasti enak, benaaaar sekali !!

IMG_0128 IMG_0122 IMG_0121

Ga kuat banget liat pohon edelwis, rasanya pengen banget diculik dibawa ke Bandung XDIMG_0092 IMG_0091 IMG_0090 IMG_0089

IMG_0182

Selamat kaki ! kamu pintar sampai di Papandayan

  IMG_0181IMG_0196   IMG_0179

IMG_0174

Hallo…

About these ads

57 responses to “Pendakian singkat ke Gunung Papandayan, Garut

  1. Akhirnyaa, haha. Asik kan naik gunung? Bikin ketagihan :D
    Wah bener2 itu sungai emang rada2 kalau hujan gede. Waktu itu kami malah harus semua pegangan tangan saking gedenya arus biar ga hanyut. Pertengahan april ikut ke Gede-Pangrango yuk Kaz? Hihi

  2. oiya, dari terminal cicaheum/leuwi panjang menuju garut. maksudnya ke terminal garut ya ? atau kemana ? mohon info ya. insya Allah akhir pekan ini mau nanjak :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s