The best thing about tonight’s


The best thing about tonight’s that we’re not fighting. Could it be that we have been this way before. I know you don’t think that I am trying.

Malam tetap bersanding dengan bulan, walaupun tak selalu pamer tiap malamnya. Kadang bulan setia pada malam dengan bulatan penuhnya, kadang juga tampil setengah, bahkan ia sama sekali tak nampak. Tapi percayalah, dia bukan menghilang atau berkhianat pada tulisan emas yang terukir di Surga tentang janji setia, bulan hanya singgah ke belahan malam lain yang lebih membutuhkan cahayanya. Begitu juga aku.

This is not what I intended. I always swore to you I’d never fall apart. You always thought that I was stronger. I may have failed but I have loved you from the start.

Kau tau Bunga Bangkai ? Rafflesia itu. Orang menyebutnya bunga bangkai, walaupun bangkai tapi ia tetaplah bunga, bunga yang punya derajat indah, bunga yang bermahkotakan wangi, walaupun itu tak ada padanya. Biarkan saja, toh aku juga hanya seorang wanita yang tak berambut panjang dan memakai sepatu hak tinggi. Aku menjadi apa adanya, menjadi seadanya tanpa polesan biar alam saja yang memolesku, biar rasa saja yang memolesku.

I swear it’s true
Because a girl Boy like you is impossible to find
You’re impossible to find

Percayalah malam. Aku ini bulan yang tetap satu saja untuk malam panjangmu. Aku selalu menyertaimu, walau kadang tak penuh, tak sepenuh saat purnama.

Kutengok tulisan emas di Surga itu. Janji kita masih terukir jelas, diantara bunga yang kuncup lalu mekar. Melewatkan malam yang keseribu untuk selalu memujamu.

Sabtu - 30 Oktober 2010 - Malam yang selalu jadi biasa walau . . . ♥13
Iklan