Banyak rasa


Selamat pagi…
Apakabar untuk tidurmu semalam yang selalu penasaran ingin ku tanyakan, terlagi tentang mimpi-mimpimu

Semuanya selalu tertahan ku tanyakan, aku sadar pada satu hal.

Aku bukan sesuatu dalam namamu jadi untuk apa aku bertanya hal itu. Atau belum waktunya saja untuk menjadi sesuatu itu.
bolehkah aku meyakini satu hal yang berdasar apa entah apa itu, yang hingga saat ini akupun belum tau. Keyakinan ini timbul tenggelam seiring waktu. Kadang memuncak, kadang melorot.

Banyak rasa-rasa yang menjelma atas namamu

Ke cakrawala ku hembuskan namamu diantara matahari yang bangun ditepian lautan
Karena sedari malam, namamu menumpang sebagian lahan di Parietal
Mendesak banyak hal ke luar
Menyisakan hanya atas namamu yang tinggal

Membuat pagi kelimpungan
Mencari-cari mana tuan yang sedari malam menghantui

Siapa bisa menolak mimpi. Dan aku tidak cakap untuk mencipta Lucid Dream. Sedang aku hanya pasrah pada gelombang otak yang senantiasa menghasilkan lalu lintas elektro melalui miliaran neuron dalam otak. Dengan liarnya mata bergerak dibawah kelopak mata dan berlangsunglah mimpi itu . . . bermimpi tentang kamu.

Sudah sampaikah ke cakrawala?
Sampaikah di nirwana?
Atas namanu yang sedari malam menghantui

 

mimpi di tanggal yang bagus 🙂

Iklan