Selamat ujian


Hari ini sudah hampir satu minggu ujian akhir smester ganjil berlangsung. Ada yang menarik, posisi saya sekarang bukan sebagai peserta ujian tapi sebagai pengawas lalu sebagai pembuat soal untuk mata diklat yang saya ampu.
Saya mengampu 3 mata diklat produktif untuk TKJ yaitu Membuat jaringan lokal, membuat desain keamanan jaringan serta melakukan perbaikan dan setting ulang komputer PC.
Mata diklat saya akan diujiankan minggu depan. Banyak hal yang saya pertanyakan pada diri saya sendiri. Soalnya susah tidak? Anak-anak bisa mengerjakan? Nilainya bagus? Pas ujian apakah mereka saling menyontek? Ahhh mungkin rasa was-was saya melebihi anak-anak yang hendak ujian itu.

Disini, di sekolah kejuruan negeri pulau Buton tepatnya Pasarwajo sebagai Ibu kota kabupaten, telah satu bulan lebih mengajar. Tanpa babibu saya langsung diberi tugas untuk mengajar mata diklat produktif kelas X, XI dan XII. Kaget memang datang ke sekolah ini tanpa penyesuain terlebih dahulu, tanpa tau gambaran sebelumnya tanpa bayangan.

Tanggal 29 Oktober saya menginjakkan kaki di sekolah ini. Dikenalkan kepada siswa pada saat apel pagi dan dikenalkan serta mengenalkan diri pada guru-guru dalam sebuah ruangan yang kurang layak disebut sebagai ruang guru. Pada hari itupula saya bertemu dengan guru pamong lalu breeek dibebani berbagai tugas.
Besok saya mulai mengajar di kelas XI katanya. Oke saya mulai..

Sekolah ini saya katakan memang jauh dari standar sekolah yang layak pada umumnya. Hanya mempunyai 9 kelas, 3 jurusan kejuruan, tiap jurusan memiliki 3 kelas dengan 1 kelas tiap tingkatan. 9 kelaspun hanya 7 kelas yang permanen. 1 kelas dipecah menjadi 2 karena kurang lahan, dan ada satu kelas yang berada di sebuah saung tempat kolam ikan dengan siswa yang hanya 17. Kenapa mereka satu ruangan dengan kolam ikan? Ya karena jurusan kejuruan mereka tentang ikan, tapi kondisi ini memang tidak layak. Miris? Tentu iya.

Salah satu kejuruan di sekolah ini adalah yang berhubungan dengan komputer. Jelaslah yang pertama kali saya tanyakan pada saat datang di sekolah adalah lab komputer, lab jaringan, lab internet dan lab yang lainnya. Dan jawabannya adalah saya dibawa ke dalam ruangan berisi deretan komputer pada meja. Hanya 5 kompuer yang berfungsi dengan normal. Lalu? Ya hanya 5 komputer yang berfungsi. Zonk sekali pada saat menyadari saya akan mengajar tentang komputer dan jaringan tapi yang ada hanya 5 komputer. Rasanya mau nangis dipojokan saja 😦

Tapi, setelah sebulan lebih dan sekarang memasuki ujian semester ganjil. Saya mulai membenahi hal-hal kecil di sekolah ini. Mengajar menggunakan multimedia pembelajaran yang membuat siswa saya berdecak kagum, memberi jam tambahan untuk materi yang tertinggal jauh, melakukan praktek jaringan yang  sangat jarang dilakukan sebelumnya, mengajarkan siswa membuat makalah yang baik dan benar setelah saya kaget melihat mereka membuat makalah dengan sangat tidak beraturan.

Memang tidak banyak yang bisa saya lakukan. Seperti memperbaiki bangunan sekolah yang memang mulai rusak disana-sini, memperbaiki wc yang sangat tidak layak, dan mempercantik ruang guru agar layak ditempati atau bahkan memberi komputer yang banyak untuk lab agar bisa dimanfaatkan untuk praktek siswa.
Semua hal itu mustahil untuk saya lakukan. Saya hanya ingin terus membuat siswa di sekolah ini tetap semangat belajar di tengah keterbatasan, dan terus rajin masuk kelas walaupun tidak ada guru yang masuk.

Selamat melaksanakan ujian akhir semester ganjil. Ayo belajar. Jangan mencontek

Iklan