Surat untuk… yang kedua


Tanggal 29 Desember. Artinya buat saya adalah 2 bupan sudah saya lalui di tempat ini. Pulau Buton yang indah permai.

Bulan Desember yang sudah saya perkirakan memang berjalan sangat cepat, ya berjalan serasa cepat sekali. Kalau dalam putaran hari dalam seminggu, saya ibaratkan seperti hari jumat. Singkat. Saya senang akhirnya bisa melewati Desember dengan tidak berdarah-darah. Hahahaa

Desember. Dari awal bulan saya sudah disibukkan dengan kegiatan di sekolah yang menjadi sibuk menjelang Ujian Akhir Semester.
Minggu pertama. Saya habiskan menjadi panitia ujian sebagai sekertariatan soal-soal ujian, dari mulai mengumpulkan soal, mengetik, menggandakan, mengepak soal. Pada minggu pertama saya benar-benar tidak pergi liburan. Hanya mendapat kunjungan saat weekend dari teman.

Minggu kedua. UAS SMK dimulai, menjadi pengawas ruangan dan tidak ada kegiatan mengajar di kelas. Banyak hal yang lucu selama saya mengawas ujian, dari mulai melihat siswa yang saling contek, ada siswa yang telat masuk sampai 1 jam, ada yang bawa buku ke kelas, ada yang sama sekali tidak mengejakan soal, ada yang saking pinternya cepet banget jawab soal. Macam-macam. Begini ya rasanya jadi pengawas, dulu-dulu kan saya hanya seorang murid SMA yang pas UAS suka iseng nanya ke temen.
Liburan di minggu kedua desember dihabiskan di Bau-bau seperti biasa, spending satnite bersama Bu fifi (guru di SMK), Abang (as always) dan muridnya Abang. Liburan pas hari itu sungguh saya menjadi manusia superduper rakus, makannya ga bisa ditahan, lapar terus, makanya sekarang endut.

Minggu ketiga. Masih suasana UAS, jadi hari-hari yang saya jalani masih sangat super santai. Berangkat sekolah agak siang dari biasanya, pulang lebih cepat, tidur siang terus, dan mulai sibuk mengerjakan laporan. Menyenangkan rasanya menjalani hari-hari di bulan desember ini.
Saatnya weekend, mulai merencanakan liburan lagi bersama Abang dan Yuli, niatnya sih mau beresin laporan progress di Bau-bau. Eh malah nyasar ke Batauga dan menghabiskan 3 hari saking seru dan tenangnya tinggal disana. weekend yang menyenangkan untuk saya sepanjang ada di Buton, walaupun liburan sederhana, tapi beda..

Minggu keempat. Ini yang saya tunggu dari rangkaian bulan desember. Semua kegiatan sekolah beres, punya waktu santai yang banyak, laporan beres. Dan saatnya melanjutkan menjelajah Pulau Buton lebih jauh lagi.
Pergi ke Lasalimu selama 3 hari ke tempat teman saya, Desa yang jaraknya 2 jam dari Pasarwajo melewati hutan dan jalan rusak. Sebenarnya liburan di Lasalimu hanya akan 2 hari tapi gara-gara keasikan, nambah deh 1 hari.
Minggu keempat ini sungguh banyak kabar baik, laporan selesai, rekening jadi tebel lagi, dan menghadiahi diri sendiri dengan liburan ke Wakatobi untuk akhir tahun 2012 dan menjelang 2013. Inilah yang saya tunggu di bulan kedua. Liburan yang menyenangkan.

Surat kedua ini saya tulis dengan kulit yang alergi, dan persiapan untuk pergi ke Wakatobi nanti malam.
Lihat.. betapa sangat beda antara surat pada bulan pertama dan kedua ini. Saya lebih ringan, santai, tidak menye-menye menghadapi semuanya, lebih enjoy, mulai menerima semua keadaan disini, mulai banyak hal yang bertentangan, mulai move on.

Alhamdulillah.. saya lewati juga Desember ini dengan baik. Walaupun agak boros, entahlah boros kenapa 😦
Saya sadar, bahwa yang paling berharga setelah keluarga adalah sahabat terbaik.

Mamah, Papah yang selalu setia mendengar cerita baik setiap hari, dan dari awal saya janji tidak akan bercerita tentang masalah selama disini.

Special untuk Abang dan Yuli yang selalu menjadi penawar semua masalah yang saya rasakan.

Tiwul, Helena. Yang selalu menjadi teman paling baik padahal kalian berada jauh disana, makasih selalu dengerin semua cerita saya.

Move on. Terimakasih sudah saya rasakan.

Jason Mraz. Thanks for your song, Lucky

Iklan