Kau pilih yang mana?


Katamu, kutukan adalah dicintai oleh 2 wanita sekaligus.

Satunya mencintaimu dengan sederhana, layaknya anak kecil yang terlalu cepat jatuh cinta, mendamba, merindu setiap saat, tanpa cela membuatmu nyaman berada pada dicintainya. Katamu pula, dicintai seperti ini seperti tertawaan ditengah hidup yang nyaris memuakan, disaat lelah ada yang dengan senyum manis bahkan terlalu manis menyemangatimu, semangat, semangat, semangat layak seperti deretan cheerleader dipinggir lapang. Tanpa cela, mencintaimu mungkin dengan sederhana, berharap kau mencintai dia juga dengan caranya yang sama.

Bagaimana dengan satunya lagi?
Katamu, cintanya membuat hidupmu penuh luka, jatuh bangun, berdarah-darah. Kau tak suka dicintai wanita yang ini, tapi apa daya, semesta selalu menyeretmu memasuki cinta yang entah itu sempurna atau kutukan atas  candu yang masih kau cari jalan keluarnya. Apa masih kau menyebutnya cinta?

Mana yang akan kau pilih, sayang? masih maukah kau sembunyi atas perkara hati yang kau tau akan sangat rumit. Dimana kita sebenarnya akan kelelahan sekaligus kecanduan, sehingga kau dengan liar terus mencari mana yang lebih pas untuk hidupmu.

Cinta apalagi yang kau inginkan sayang?

Aku makin sedih melihatmu kelimpungan diantara 2 cinta seperti itu. Pergilah sejauh mungkin. Dan aku akan setia mendengarkan cerita tentang cinta-cintamu yang selanjutnya, diantara 2 gelas air putih dipojokan kedai kopi. 2 gelas air putih, karena kita sudah menua dan tak kuat lagi dengan asamnya kopi, dengan uban yang sudah tak lagi ku protes hadir diantara rambutmu, diantara cerita tentang anak cucu mu dan wanita yang kau cintai, entah yang mana.

Temu, 8 Februari 2023

Regina Spektor – Hero

Iklan