Ayo ke Sanggar Anak Studi Biru, Yogyakarta


Image

Bersama Backpacker Indonesia Regional Bandung, 1 – 3 Maret 2013 melakukan sebuah perjalanan Educational Trip to Yogyakarta. Kata educational itu merupakan tujuan utama dari trip nya. Kami mengunjungi Sanggar Anak Studio Biru.

Saya yang kala itu bingung hendak kemana pada tanggal tersebut karena bertepatan dengan peristiwa penting dalam hidup ditawari untuk bergabung dengan BPI Bandung ke Jogja, bla bla bla intinya trip kala itu bermisikan tentang pendidikan, saya langsung tertarik dan menggalkan rencana solo travelling ke Bali.

Saya langsung menyiapkan beberapa buku untuk oleh-oleh yang akan dibawa untuk adik-adik di Sanggar anak studi biru, dianatanya buku cerita anak, buku IPTEK dan buku tentang pelajaran SD. Mengingat adik-adik disana bahkan ada yang tidak sekolah 😦

Berangkatlah pada tanggal 1 Maret 2013 bersama 15 orang BPI Bandung pada pukul 21.00. Menuju Yogyakarta lewat jalur darat, hampir memakan sekitar 10 jam sampailah pagi di Jogja dan langsung menuju Kaliurang untuk mengunjungi kawasan wisata kaliurang, saat itu kami tracking menuju goa-goa jepang.

Image

Siang harinya, dari Kaliurang menuju daerah Prambanan kami berhenti di kawasan rumah teletubis (rumah dome) yang merupakan rumah rehab akibat gempa jogja beberapa tahun lalu. Menunggu Mas Rendra dari Studio Biru untuk menjadi petunjuk jalan menuju sanggar, karena usut punya usut jalan menuju sanggar sangat ekstrem bila dilalui oleh mobil serta jauh di atas bukit.

Sekitar 30 menit menempuh perjalanan sangat ekstrem, jalanan sempit, menanjak, berkelok, licin karena hujan, harus berhenti ketika berpapasan dengan kendaraan lain dan menuruni turunan tajam, sampailah di pemberhentian dekat sanggar, berjalan beberapa menit sampailah kami di Sanggar Anak Studi Biru. Bangunan bercat biru dengan spanduk identitas sanggar, penuh gambar anak-anak, deretan buku bacaan dan adk-adik yang sedang berkumpul.

Sanggar Anak Studio Biru itu merupakan sebuah sanggar yang berada di Padukuhan Sengir, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY.  Dahulu, Sanggar ini merupakan tempat penampungan shelter untuk anak-anak usai bencana gempa terjadi tahun 2006 di daerah ini. Di sini anak-anak dulunya diberikan trauma healing untuk mengembalikan keceriaan mereka. Sedikit memudarkan ketakutan mereka atas bencana yang telah memporak-porandakan tempat tinggalnya, tutur Mas Renda yang menjadi penggerak dari Studio Biru ini.

Image

Disini saya menemukan banyak anak kecil yang masih sangat terlihat polos, ada Tika, Ari, Lina, Rina dan lainnya. Mereka ada yang sekolah, adapula yang tidak sekolah. Tapi mereka memiliki keinginan belajar yang kuat, membaca buku sepertinya menjadi kegiatan mereka, menulis hal-hal dalam buku kreasi yang dibuat untuk menandingi buku-buku bagus yang dijual di toko-toko. Mereka bernyanyi, mereka bercerita, mereka tertawa namun tetap ada yang tergerus era modernitas tertunduk fokus pada layar handphone.

Kami dari BPI Bandung pada puncak malam menyerahkan bantuan berupa buku yang dikumpulkan. Sumbangan buku itu kami harapkan menambah pengetahuan mereka, agar adik-adik disana semakin giat belajar terutama untuk yang tidak sekolah, dengan alasan memang jarak sekolah terdekat dari rumah di bukit sangat jauh.

Makin malam, kami semua makin larut dalam suasana kebersamaan. Paling seru adalah ketika adik-adik dari Studi Biru menyanyi, Tika namanya, dia menyanyikan Balonku ada lima, namun lagu yang dia nyanyikan hampir tak berakhir karena liriknya salah. Hehee

Dan yang paling penting, ini tentang diri saya sendiri, bahkan di tengah malam menjelang ulang tahun saya, tidur di lantai sanggar dengan sleeping bag, suara jangkrik saling bersahutan, udara dingin masuk dengan bebas dari celah-celah dinding yang belum sempurna, masih jelas tawa adik-adik yang semenjak sore jadi obat hati. Banyak hal yang bisa saya syukuri, dengan menyumbang buku-bukupun saya menjadi sangat bahagia, memangku adik kecil serta menceritakan cerita dari buku untuk mereka. Kado ulang tahun terbaik bagi saya saat itu.

Ayo adik-adik Sanggar Anak Studi Biru… kalian pasti bisa merengkuh mimpi-mimpi indah, cerita mengenai jalan-jalan impian kalian pasti akan terwujud melalui tangan-tangan tuhan yang senantia kan membantu kalian.

Ayo, kakak-kakak yang membaca tulisan ini, bantu wujudkan mimpi mereka 🙂

Iklan