Nongkrong sampe lupa diri di Lawangwangi, Dago


Nyampe Bandung dengan keadaaan yang sangat mengkhawatirkan, lemes, pucat dan bego. Langsung nyandar di kamar si Momski, ditanya-tanya segala macem dari mulai keadaan saya dan hidung saya yang sedang bermasalah. Lalu karena ada hal-hal yang harus dibicarakan akhirnya saya bertiga dengan Ibu Bidan satu lagi yang bertandang ke Bandung kita memutuskan untuk pergi ke Dago, sekedar melepas segala beban yang ada di dada, intinya sih nganterin saya “ni’is” atau mendinginkan kepala ke tempat favorit saya, Dagoooooooooo. Dago itu juaranya bikin hati, jiwa dan raga adem. Pokonya peluk cium Dago, terutama Dago atas :* :* :*

Pilihan sebenarnya banyak, antara Lisung dan Cocorico eh cuma dua, entahlah 2 tempat itu selalu ada dihati saya, elaaah kapan bisa moveon coba. Skiiiiippp. Lalu si Momski nyeletuk pengen ke suatu tempat yang dia lihat sekitar 2 minggu lalu katanya di Path temennya temen dia. Tempatnya bagus katanya. Lalu kita cus cus cus naik motor ke Dago dengan tujuan yang masih mistrius itu. Nyampe daerah Dago Atas kita masih bingung, tapi pas di turunan kedua masuk dago atas ada plang penunjuk arah “Lawangwangi” si Momski teriak “Deeeeeeeeeeee… Lawangwangi tempatnya,kita kesana yuk”. Akhirnya kita menuju ke daerah Dago Giri mengikuti plang penunjuk arah ke Lawangwangi.

Gerbang Lawangwangi Creative Space. Gambar diambil dari Fanspage Lawangwangi

KAMPREEET tempatnya keren pas liat bagian luarnya. Masuk jangan ya? Udaaaah masuk aja si Dede yang bayarin ini. eh tambah kampret deh. Ya sudah langsung parkir.

Pas masuk ke Lawangwangi Creative Space, disambut dengan patung dari tanah yang ditumbuhi oleh fungi atau jamur dalam kaca. Amazing, apalagi yang tau makna fungi sebagai awal dari sebuah kehidupan. Masuk ke bagian atas yaitu cafenya. aduh berasa terjebak diantara anak-anak seni salah satu kampus ehem di Bdg unyu-unyuuuuuuu. *salah fokus* suasananya cozy banget, liat sebelah kanan pemandangan hijau tanpa batas, banyak kursi-kursi yang berada di beranda luar tapi sayang saat itu masih sore dan cuaca lagi bagus jadi silau sama cahaya matahari.

Kami memilih dibagian dalam dan diatas. sofanya super empuk dan ga mau ninggalin tempat ini banget. Udah ga sanggup berkata-kata, yang penting ngerjain PR dari si orang yang udah ngebet banget pengen ke Bdg. hahahaa. Ayoo kesini !!!

Oia, untuk menu standart harga untuk cafe sekitar 20K-60K.

Silahkan foto yang berbicara..(foto dari kamera belum sempet di upload) heheee :p

Jembatan di Rooftop. Kereeeeen banget.
Gambar diambil dari Fanspage Lawangwangi

Bagian luar Lawangwangi.
Gambar diambil dari Fanspage Lawangwangi

Bagian dalam Lawangwangi.
Gambar diambil dari Fanspage Lawangwangi

11 (2)

Dikasih cemilan singkong kering. Tapi sayang terlalu asin.

11 (3)

Kopi, Hazzelnutt, whipped cream, Rhum, Kismis. Enyaaaaak~

11 (4)

Ice cream vanilla & Oreo. Sempurna

11 (5)

Cappucinno

11 (6)

Yang menemani siang-siang galau. eh

11 (8)

6 mata

11 (1)

Dinner diluarnya yuk~

11 (9) 11 (10) 11 (11) 11 (12) 11 (13) IMG_1307

Iklan