Saya harus ke Makassar lagi


IMG_0271

Pantai Losari

Sebenarnya ini adalah tulisan penyesalan yang sangat besar untuk sebuah kota di Sulawesi Selatan sana, Makassar. Saya pernah menyia-nyiakanya dengan sangat. Tak menggaulinya lebih lama. Menyesal yang saya rasakan kini……

Kunjungan saya ke Makassar waktu itu berawal dari kepulangan dari Pulau Buton kembali ke tanah jawa. Idealnya untuk pulang ke Bandung dari Pulau Buton itu lewat Kendari dengan rute : Bau-bau – Kendari (lewat laut, selama 4 jam) lalu dilanjutkan naik pesawat ke Jakarta. Nah dasar nakal, saya waktu itu memilih pulang dari Buton lewat Makassar saja dengan jalur lebih menyenangkan yaitu : Bau-bau – Makassar (lewat laut, 12 jam naik kapal Pelni), lebih nakalnya lagi saya yang pulang bersama 2 teman laki-laki memilih untuk memisahkan diri dari rombongan. Yap, semua ini adalah rencana saya.

Keputusan sudah bulat, booking tiket pesawat Makassar – Jakarta seminggu sebelumnya dengan harga yang lumayan bengkak. Rencananya, saya menginginkan di Makassar sekitar 2-3 hari sebelum akhirnya caw ke Jakarta, eh tapi ternyata jadwal kapal hanya ada yang H-7 ke tanggal pesawat. Buseeet lama amat di Makassarnya dong (asiiiiikkkkk) tapi untungnya ada tiket untuk H-4, so di Makassar punya waktu 4 hari untuk liburaaaan.

Naik kapal Pelni dari Bau-bau ke Makassar itu 12 jam sodara-sodara, kapalnya gede bangeeeeeet hahahaa, kami bertiga dengan bawaan banyak banget, saya sendiri bawa 1 koper, 1 ransel dan 1 tas jingjng. Ribet banget, untungnya saya pesan kelas VIP demi keamanan barang-barang yang buanyaaak, sementara 2 teman saya saya suruh di kelas ekonomi saja soalnya masih ada mushola untuk tidur hahaha.
Ada pengalaman lucuk selama di atas kapal pelni, melihat sunset yang dramatis dilautan yang maha luas dan shalat dengan keadaan pusing karena menahan goyangan kapal yang mebuat lantai mushola bergerak-gerak.

IMG_0040

Sunset di kapal

IMG_0052

Kapalnya besar

IMG_0064

Terdampar di Lobby pelabuhan

 

Setelah 12 jam diatas Pelni akhirnya kami tiba di Makassar disambut hujan besar dan banjir, terdamparlah kami di loby pelabuhan selama hampir 4 jam.

Nah diatas tadi adalah pembukaannya, hahahaaaa, setelah ini saya akan membeberkan kenapa saya menyesal selama di Makassar dan harus kesana lagi lain waktu. Cekidot kaka :p

Nyesel karena ga ke TORAJA . Ini nyeselnya pake BANGET ! Banyak hal yang tidak memungkinkan untuk pergi ke Toraja karena barang bawaan yang terlalu banyak (padahal bisa ditinggal di hotel), karena hujan terus, karena saya sakit. Bahkan rencana ke Pulau Samalona pun gagal, ke Bantimurung urung, semua ini rencana saya tapi alam tidak mendukung. Padahal ini kan wajib banget ya kalau ke Makassar. *nangis darah sampai sekarang*

Nyesel karena selama di Makassar kami habiskan selama 4 hari itu malah mall to mall, semua mall gede di Makassar khatam kami kunjungi dengan bantuan taxi yang setia nganter kemana-mana. Kegiatan mall to mall ini sangat out of box-nya kita, entah kenapa 2 teman saya yang laki-laki ini juga malah ngajak ke mall. Ngapain coba ke mall? Nonton semua film di bioskop, makan siang makan malam di tempat enak, belanja-belanja. Sebenarnya lucu juga, saat itu kami seperti orang udik yang baru pertama ke kota, di kungkung Pulau Buton selama 4 bulan tanpa mall, tanpa bioskop, tanpa teman makan enak teryata membuat kami kalap saat tiba di Makassar dan lupa kalau ada Toraja dan Pulau Samalona 😦

Tapi, overall… Makassar itu menyenangkan. Saat itu kami menginap di Jampea atau China town nya Makassar, letaknya dekat dengan Pelabuhan dan Benteng fort rotterdam, Pantai Losari,  dan Somba Opu yang merupakan tempat hits nya Makassar, tapi tetep ya kami saat itu manja, jadilah kemana-mana naik taxi padahal deket tinggal jalan.

Kuliner Makassar itu juara enak ! Banyak makanan aneh dengan nama yang aneh pula saya makan tapi enak. Pisang Epe favorit banget, tersebar dimana-mana terutama di dekat Pantai Losari dan Somba Opu. Ada Palu Butung Serigala yang enak, ada Nasi kuning riburane yang mahal banget yaitu 30rb sepiring (nasi kuning loh), pisang ijo, dan makanan dengan bahan ikan lainnya.

Ya… mungkin masih banyak hal lain tentang Makassar yang belum saya tahu, maka dari itu suatu saat saya harus kesana lagi, ketemu Toraja dan Pulau Samalona. Bantu doa ya kaka-kaka semuanya 😀

IMG_0267

Senja di Pantai Losari

IMG_0288

Mesjid Apung di Pantai Losari

IMG_0175

IMG_0255

Benteng Fort Rotterdam

IMG_0130

Gerbang China Town, Jampea

IMG_0120

Lapang Karebosi

IMG_0106

Liburan dan Donor Darah

IMG_0094

Hasil main timezone 200rb -______-

IMG_0074

Makan terussss

IMG_0182

Kuda fort rotterdam

IMG_0042

Dikasih makanan di Masjid kapal pelni

IMG_0312

Barang bawaan pulang lagi ke Jakarta, dadah Makassar

Iklan