Wisuda di Gunung Papandayan


 

Selamat Wisuda Hanif Kazwiniwati, ingatlah bila kemarin hanya sebuah prosesi, sehingga bila kau tengok kesana, kau hanya benar-benar menyadari bahwa semuanya biasa-biasa saja.
Wisuda di Papandayan serta Wisuda di Kampus, beda.
Masih pagi saat perayaan wisuda di kampus, hati tiba-tiba sendu, hampa, ditengah riuh banyak tawa orang lain.
“kok hampa ya?”, ada beberapa orang yang layak aku ajak diskusi mengenai hati ini, mengapa diantara riuh tawa aku mendadak hampa, seseorang bilang apabila aku telah mencapainya dan tak memerlukan perayaan atas apapun yang dicapai. Nauvel selalu bijak.

Wisuda itu biasa saja, dihujani bunga putih, wangi, serta dihujani benar-benar air hujan dari Tuhan, aku kedinginan sendiri di sore itu, berteduh dengan sebagian kebaya yang basah, tapi selalu ada sahabat yang datang jauh-jauh membawa payung untuk menjemput. Ah… Wulan.

Terimakasih semesta, terimakasih banyak atas apapun yang pernah terjadi, atas apapun yang ada saat ini, atas apapun yang aku ikhlaskan di belakang, aku lebih ringan, lebih bahagia.

aa (1)

Di Pondok Selada memakai Toga

 

 

aa (2)

Dilihatin sama semua yang camp di Pondok Selada

aa (5)

Bukan pamer —____—

Β 

IMG_6031

yay !

IMG_6040

Bersama teman camping

IMG_0951

Siap-siap sarapan

IMG_0751

Pagi paling indah, dengan segelas susu dan gorengan hangat

IMG_0856

Entah ini siapa, ketemu di Tegal Alun ngasih selamat.
Bahkan banyak sekali orang yang tidak dikenal memberi selamat, inilah gunung

IMG_0858

Best friend… Nauvael

IMG_0938

Jalan dari Hutan Mati tetep pake toga

IMG_0942

Freedom!

IMG_0945

Diwisuda πŸ˜€

IMG_0947

Wisuda ceria

Iklan