Kenapa harus kopi


image

“Ini kopinya. Sudah cukup? Atau kamu butuh apa lagi selain aku yang sekarang sudah ada disini?”

“Aku butuh kopinya untuk membuatku tetap terjaga saat malam, dan agar tetap percaya bahwa aku masih butuh kamu, satu sendok gula untuk segelas kopi ini”

Bila iya aku menyebut diriku kopi dan kamu gula, adalah kita masih tetap jadi masing-masing dalam peran yang beda.

Kita bisa bertemu dalam segelas cangkir dimalam yang biasanya segala perasaan ikut meluap-luap, campur aduk dalam getir, terbhak-bahak dimakan bualan, lalu akan tetap berakhir dalam putaran jam yang habis dimakan pagi.

Apa yang kita butuhkan lagi?
Bila kopi telah habis, segala kata telah keluar, masihkah kamu tetap terjaga? Dalam sadar tanpa ada kopi yang menemani.

image

Satu hal yang mungkin kamu lupakan, bukankah kopi dan gula harus bertemu dulu dalam putaran bersamaan untuk menjadi? Jadilah yang mereka sebut secangkir kopi manis untuk malam panjang.

Iklan