Minggu di pantai


Selamat pagi

Kamu tau apa yang membuat saya senyum-senyum dari kemarin, tak henti bilang terimakasih, lalu seperti hidup kembali dari daratan tak bernyawa. Adalah salah satunya kamu jawaban itu.

Biar hati ini masih bingung harus seperti apa berkuasa atas perasaannya, tapi adalah kamu salah satu alasannya saya bisa jelas merasa bahagia yang meluap-luap seperti ombak didepan pagi kita yang kamu tolak lihat karena mendung, lalu jatuh tertidur lagi.

Ah kamu harusnya bagun pagi dan kita membuat perbincangan serius mengenai hati, (ah apakabar hati, sudah lama saya tidak membahasnya), biar semua terlihat jelas saja, biar tak usah kita berpura-pura, jadi kopi, jadi gula.

Oya, mengenai kepura-puraan kita selama ini, saya hanya ingin menyamakan sudut pandang, Apakah kita akan terus membuat drama melankolis penuh gejolak biar dunia maya tempat kita tercipta makin sorak-sorai, atau menjalani nyata dengan sederhana tanpa perlu bumbu apapun, cuma kamu dan saya.

Ayolah bangun. Saya suka sekali lihat ombak di laut sepagi ini, tapi kamu malah tidur, kamu akan melewatkan betapa senangnya saya saat ini. Akhirnya saya malah jalan sendiri, melihat ombak di pagi sendiri, kamu masih tidur menolak memuja pagi.

Sugar, terimakasih.
Pantai siung, sepagi diombak dan cerewetnya saya.
Minggu bahagia, tapi jadi sia-sia tanpa kamu membaca surat ini di depan ombak.

Iklan