Peran peran


Adalah saya yang terlihat makin bodoh mempermainkan peran ini.
Lalu melihat Kamu jadi seperti kehilangan arah, kehilangan arah dari peran yang awalnya ditugaskan semesta.
Jadi bagaimana kelanjutan drama kita ini?

Tirai panggung masih setengah dibuka, penonton belum memenuhi ruangan, tapi sudah banyak yang saling bisik-bisik, ada sebagian yang tepuk tangan, penonton makin seru rupanya lihat kita bertingkah, tapi ada sebagiannya lagi mencoba membubarkan panggung sandiwara.

Pak Sutradara, tak bisakah kita selesaikan saja drama ini? Saya lelah, saya ingin lepas topengnya, lalu lari, memetik ilalang, membuangnya ke air terjun.

Sepulang dari Daratan penuh gula-gula, ternyata pemeran antagonis muncul kembali.

Tolong, selamatkan aku.

Iklan