Potret Bromo dalam waktu singkat

Siapa yang bisa tahan rindu pada Bromo yang seperti ini; Sore hari berkeliling kebun kol bersama kuda 100ribu sewaan dari Bapak-bapak berkupluk depan penginapan. Lalu malam tak henti meneguk kopi yang cepat sekali… Baca lebih lanjut

Ke Tangkuban Perahu lagi, lagi

Sore ini masih di Meja kerja yang berantakan,  ditemani segelas wedang jahe yang tak biasanya, playlist Payung Teduh yang memutar lagu Tidurlah.. Malam terlalu malam.. Pikiran saya dengan liarnya loncat-loncat ke belakang, menggantikan… Baca lebih lanjut

Surat cinta yang pertama

Sampailah akhirnya aku pada surat cinta yang pertama. Setelah serangkaian dulu tak bernama, kini ia menjelma jadi cinta. Barangkali akupun baru kali ini saja menyebutnya cinta. Demikianlah pada cinta yang awalnya tak pernah… Baca lebih lanjut

Camping Ceria di Pantai Puncak Guha.

Gemuruh ombak dibawah tebing yang jadi pelataran dari pintu tenda warna kuning tempat tidur semalam memaksa saya bangun, waktu subuh dan sunrise belum muncul. Padahal nyatanya semalaman itu saya tidur sedemikian, lebih banyak… Baca lebih lanjut

Tak selamanya yang dikasih akan bermuara

Bahwa yang dikasih akan bermuara pada arus yang sama, tapi tak selamanya. Atau mungkin jalannya jadi berbeda setelah satu badai menerjang, merubah arus, menjadikan yang telah dalam jadinya dangkal, merubah langkah bersama jadi… Baca lebih lanjut

Ngopi ngopi curhat di Blue Doors Coffee

Apa hubungannya ngopi dan curhat? Banyak sekali hubungannya. Seperti hubungan antara sendok dan garpu, antara semut dan gula. Seperti sebelum dan dari dulu, Bandung selalu punya hal paling sederhana sekalipun untuk membuat betah… Baca lebih lanjut

Pada sempat

Saya kembali merengek pada jam dinding, jam ikan di meja, pada jam tangan serta jam di ponsel, betapa waktu gampang sekali menipu. Waktu menculik dia lagi. “ada baiknya saya tidak pulang dulu, biar… Baca lebih lanjut

Berunding untuk kalah

Rambut pendeku hari ini jadi keriting, setiap berjalan dia menggantung-gantung, bergerak sangat lucu, aku tertawa melihatnya, ini yang aku mau dari dulu. Mungkin besok aku akan membuatnya jadi permanen ke salon. Hidup itu… Baca lebih lanjut

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 1.175 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Tiap bulan

  • Iklan